Polman,Jejakrakyat.com – BPS Polewali Mandar Harus Periksa Keamanan Makanan Gratis: Isu Keracunan Perlu Survei Kelayakan, Bukan Hanya Data Uang
Ada banyak kabar tidak enak tentang program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Kabar itu termasuk anak-anak yang keracunan dan dugaan mutu gizi makanan yang tidak sesuai standar. Karena itu, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Polewali Mandar harus segera melakukan pemeriksaan (survei) yang lebih menyeluruh dan tepat sasaran.
Walaupun BPS Polman sudah melakukan evaluasi pada 24 September lalu, ada banyak kritik. Kritiknya adalah evaluasi itu dianggap tidak memadai karena hanya melihat sisi ekonomi (soal uang), ketenagakerjaan (soal pekerjaan), dan sosial (soal masyarakat).
“Hasil survei yang ada itu tidak cukup dan tidak sesuai dengan masalah MBG saat ini. BPS seharusnya mengubah fokus utamanya,” kata Wahyu Gunadi, Presiden Ressist Community.
Kejadian keracunan adalah tanda bahaya yang menunjukkan bahwa masalah paling penting sekarang adalah keamanan dan kelayakan makanan, bukan sekadar dampak ekonominya. Jika gagal mengukur kelayakan makanan, kasus keracunan bisa terulang dan langsung membahayakan kesehatan mereka yang menerima program.
Tuntutan Agar Kelayakan Makanan Diperiksa
BPS Polman didesak untuk menguji ulang program MBG, tapi harus lebih fokus pada kelayakan makanan agar kejadian keracunan tidak terjadi lagi. Survei yang baru ini wajib memenuhi syarat berikut:
Fokus pada Kelayakan Makanan: Mengukur standar mutu bahan mentah, cara mengolah, dan jalur penyaluran makanan. Ini untuk memastikan makanan aman dan mengandung gizi yang cukup.
Terbuka dan Melibatkan Banyak Pihak: Harus dilakukan secara terbuka dan melibatkan pihak terkait seperti Dinas Kesehatan, ahli gizi, perwakilan orang tua, dan organisasi non-pemerintah.
Sebagai Bahan Perumusan Kebijakan: Hasil survei ini harus dipakai sebagai data utama untuk menilai keberhasilan program dalam mendukung aturan pemerintah pusat. Laporan akhirnya harus diberikan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai pihak yang mendanai program.
Jika BPS Polewali Mandar tetap fokus hanya pada evaluasi ekonomi dan sosial, BPS dinilai gagal menanggapi betapa pentingnya dan berbahayanya risiko kesehatan dari program MBG saat ini. Kesehatan dan keselamatan anak-anak harus jadi prioritas utama, lebih penting daripada sekadar data-data statistik ekonomi.






